The Paradox of Food Sovereignty: Social, Ecological, and Cultural Impacts of the Merauke PSN on the Malind Anim Indigenous Peoples
Authors
State Intelligence College, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Indonesia)
State Intelligence College, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Indonesia)
Article Information
DOI: 10.47772/IJRISS.2026.100701125
Subject Category: Education
Volume/Issue: 10/7 | Page No: 16443-16452
Publication Timeline
Submitted: 2026-08-08
Accepted: 2026-08-13
Published: 2026-08-22
Abstract
Abstract: This study analyzes the Merauke National Strategic Project (PSN) as a manifestation of the dynamic interplay between state-driven development paradigms oriented toward intensive resource exploitation and the cosmological worldview of the Malind Anim Indigenous peoples, which is rooted in ecological and spiritual relations with the land. Employing a descriptive-analytical qualitative approach embedded within a critical socio-cultural perspective, this research examines the socio-economic, ecological, and cultural impacts of the project. The findings indicate that the Merauke PSN is not merely a food security initiative, but a process entailing social dislocation, ecosystem degradation, and shifts in Indigenous cultural identity. The land-use conversion of customary forests and lands (ulayat) has destabilized traditional livelihood systems and transformed collective values into vulnerable transactional market relations. Concurrently, a securitized development approach marked by the active involvement of defense apparatuses and the sub-optimal implementation of Free, Prior, and Informed Consent (FPIC) underscores power asymmetries between the state and local communities. This study advocates for a paradigm shift toward self-determined development that positions Indigenous peoples as central development actors, safeguards ecological sustainability, and upholds cultural rights as an integral component of social justice and human rights.
Keywords
Development Studies; Environmental Social Sciences
Downloads
References
1. Arimbi, D. A. (2020). Politik pangan dan ancaman terhadap hak masyarakat adat Merauke. Padjadjaran Law Review, 8(2), 195-212. [Google Scholar] [Crossref]
2. Barber, P., & Moiwend, R. (2011). Comprehending West Papua. Dalam Internet activism and the MIFEE project. University of Sydney: West Papua Project. [Google Scholar] [Crossref]
3. Chao, S. (2019, 14 Agustus). Bagi orang Marind di Papua, tanaman dan hewan hutan adalah keluarga. The Conversation. Diakses dari https://baktinews.bakti.or.id/artikel/bagi-orang-marind-di-papua-tanaman-dan-hewan-hutan-adalah-keluarga [Google Scholar] [Crossref]
4. Chao, S. (2020, 5 Agustus). ‘Kelapa sawit membunuh sagu’, syair sedih tetua adat Suku Marind Anim di Merauke, Papua, yang wakili kesedihan suku mereka: Lahan digerus, makan pun tak terurus. Intisari. Diakses dari https://intisari.grid.id/read/032280569/kelapa-sawit-membunuh-sagu-syair-sedih-tetua-adat-suku-marind-anim-di-merauke-papua-yang-wakili-kesedihan-suku-mereka-lahan-digerus-makan-pun-tak-terurus [Google Scholar] [Crossref]
5. Environmental Justice Atlas. (2023). Merauke Integrated Food and Energy Estate (MIFEE), Papua, Indonesia. Diakses dari https://ejatlas.org/print/mifee [Google Scholar] [Crossref]
6. Fienieg, K., Rumbekwan, A., & Moeliono, M. (2011). MIFEE: The picture of development in Merauke, Papua. CIFOR. [Google Scholar] [Crossref]
7. Forum Masyarakat Adat Malind Kondo Digul & SOLIDARITAS Merauke. (2024, 18 Desember). Empat masyarakat adat Merauke tolak PSN pangan dan energi. Betahita.id. Diakses dari https://betahita.id/news/detail/10751/empat-masyarakat-adat-merauke-tolak-psn-pangan-dan-energi.html [Google Scholar] [Crossref]
8. Gebze, J. G. (2024, 9 Desember). Tokoh Papua Selatan sokong lumbung pangan Merauke. Dewan Pertimbangan Presiden. Diakses dari https://wantimpres.go.id/id/issue/psn-pangan-merauke/ [Google Scholar] [Crossref]
9. Ginting, L., & Pye, O. (2013). Resisting agribusiness development: The Merauke Integrated Food and Energy Estate in West Papua, Indonesia. ASEAS - Austrian Journal of South-East Asian Studies, 6(1), 160-182. [Google Scholar] [Crossref]
10. Greenpeace Indonesia. (2025, 14 Maret). Dari Merauke, masyarakat terdampak PSN tolak perampasan tanah dan ruang hidup. Greenpeace Indonesia. Diakses dari https://www.greenpeace.org/indonesia/siaran-pers/62382/dari-merauke-masyarakat-terdampak-psn-tolak-perampasan-tanah-dan-ruang-hidup/ [Google Scholar] [Crossref]
11. Hutan Hujan. (2024). Hentikan PSN Merauke di hutan Suku Marind. Rainforest Rescue. Diakses dari https://www.hutanhujan.org/petisi/1302/hentikan-psn-merauke-di-hutan-suku-marind [Google Scholar] [Crossref]
12. IndonesiaSatu. (2025, 25 September). PSN Merauke: Jalan panjang Indonesia menuju kedaulatan pangan dan harapan baru untuk Papua. Papua.indonesiasatu.co.id. Diakses dari https://papua.indonesiasatu.co.id/psn-merauke-jalan-panjang-indonesia-menuju-kedaulatan-pangan-dan-harapan-baru-untuk-papua [Google Scholar] [Crossref]
13. Kaffah, E., Dakelan, Ramli, Tarmizi, Ridwan, G., Lamahering, A. A., & Guevarrato, G. (2020). Laporan Penelitian: Analisis Anggaran Daerah / Local Budget Analysis (LBA) di Tanah Papua. SEKNAS FITRA [Google Scholar] [Crossref]
14. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. (2023). Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 8 Tahun 2023 tentang Perubahan Daftar Proyek Strategis Nasional. [Google Scholar] [Crossref]
15. Koalisi #SolidaritasMerauke. (2024, 2 Desember). Aksi masyarakat adat tolak PSN Merauke. Tempo.co. Diakses dari https://www.tempo.co/lingkungan/warga-yang-tolak-psn-tebu-di-merauke-diserang-rumahnya-dirusak-2077173 [Google Scholar] [Crossref]
16. McDonnell, J. E. (2021). The Merauke Integrated Food and Energy Estate (MIFEE): An ecologically induced genocide of the Malind Anim. Journal of Genocide Research, 23(2), 257-278. [Google Scholar] [Crossref]
17. Moiwend, L. K. (2025, 22 September). Nilai rusak sumber penghidupan, warga Merauke keluhkan PSN program “food estate”. Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. Diakses dari https://www.mkri.id/berita/nilai-rusak-sumber-penghidupan,-warga-merauke-keluhkan-psn-program-%E2%80%9Cfood-estate%E2%80%9D--23800 [Google Scholar] [Crossref]
18. Moiwend, Y., dkk. (2025, 22 Juni). PBB soal PSN Merauke, koalisi sebut respon pemerintah tak jujur. Mongabay Indonesia. Diakses dari https://mongabay.co.id/2025/06/22/pbb-soal-psn-merauke-koalisi-sebut-respon-pemerintah-tak-jujur/ [Google Scholar] [Crossref]
19. Pusaka. (2024a). Lini masa proyek strategis nasional Merauke. Yayasan Pusaka Bentala Rakyat. Diakses dari https://pusaka.or.id/lini-masa/lini-masa-proyek-strategis-nasional-merauke/ [Google Scholar] [Crossref]
20. Pusaka. (2024b, September). Proyek strategis nasional (PSN) pengembangan pangan dan energi di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan: Melanggar hak asasi manusia dan meningkatkan krisis lingkungan hidup. Yayasan Pusaka Bentala Rakyat. [Google Scholar] [Crossref]
21. Rumbekwan, A., dkk. (2021). Dampak program Merauke Integrated Food and Energy Estate (MIFEE) terhadap masyarakat adat Malind. Jurnal Analisis Kebijakan Pertanian, 19(2), 123-138. [Google Scholar] [Crossref]
22. Silubun, A. J., & Putri, S. G. A. (2018). Analysis of the implementation impact of Merauke Integrated Food and Energy Estate (MIFEE). IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 235, 012059. [Google Scholar] [Crossref]
23. Sirait, M. T., & Widisantoso, T. (2023). Media critiques on the Merauke Integrated Food and Energy Estate (MIFEE) program: A critical discourse perspective. Humanities & Social Sciences Communications, 10(1), 1-11. [Google Scholar] [Crossref]
24. Solidaritas Merauke. (2024, 3 Oktober). Proyek PSN Merauke melibatkan aparat militer, mengancam dan menghilangkan hak hidup orang asli Papua. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia. Diakses dari https://ylbhi.or.id/informasi/siaran-pers/proyek-psn-merauke-melibatkan-aparat-militer-mengancam-dan-menghilangkan-hak-hidup-orang-asli-papua/ [Google Scholar] [Crossref]
25. Muntaza (2013). Satu abad perubahan sakralitas alam Malind-Anim. [Google Scholar] [Crossref]
26. Susanto, A. (2021, 21 Juni). Ironi proyek lumbung pangan di tanah Malind Anim. Kompas.id. Diakses dari https://jelajah.kompas.id/ekspedisi-tanah-papua-2021/baca/ironi-proyek-lumbung-pangan-di-tanah-malind-anim/ [Google Scholar] [Crossref]
27. Takeshi, K., Rachman, N. F., & Savitri, L. A. (2013). The politics of accumulation and the discourse of climate change: The case of the Merauke Integrated Food and Energy Estate (MIFEE) in West Papua. Dalam The political economy of agrofuels. Routledge. [Google Scholar] [Crossref]
28. Utami, A. P., & Prameswari, G. N. (2022). Ekofeminisme dan dampak proyek MIFEE terhadap perempuan adat Malind di Merauke. Jurnal Pembangunan Administrasi Kewilayahan, 4(1), 25-39. [Google Scholar] [Crossref]
29. Wakum, T. (2024, 18 Desember). Empat masyarakat adat Merauke tolak PSN pangan dan energi. Betahita.id. Diakses dari https://betahita.id/news/detail/10751/empat-masyarakat-adat-merauke-tolak-psn-pangan-dan-energi.html [Google Scholar] [Crossref]
30. Tembuangga, M. C., Matheosz, J. N., & Damis, M. (2024). Tradisi adat tanam sasi kematian pada masyarakat Suku Marind di Kampung Wasur Kabupaten Merauke.. Jurnal Holistik, 16(3), 1-15. [Google Scholar] [Crossref]
31. YLBHI. (2024a, 3 Oktober). Proyek PSN Merauke melibatkan aparat militer, mengancam dan menghilangkan hak hidup orang asli Papua. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia. Diakses dari https://ylbhi.or.id/informasi/siaran-pers/proyek-psn-merauke-melibatkan-aparat-militer-mengancam-dan-menghilangkan-hak-hidup-orang-asli-papua/ [Google Scholar] [Crossref]
32. YLBHI. (2024b, 11 November). Segera hentikan proyek strategis nasional pangan di Merauke demi melindungi masyarakat adat Malind dari ancaman dugaan kejahatan genosida. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia. Diakses dari https://ylbhi.or.id/informasi/siaran-pers/segera-hentikan-proyek-strategis-nasional-pangan-di-merauke-demi-melindungi-masyarakat-adat-malind-dari-ancaman-dugaan-kejahatan-genosida/ [Google Scholar] [Crossref]
33. YLBHI. (2024c, 30 Juli). Proyek strategis nasional pengembangan pangan dan energi Merauke berpotensi melanggar hak asasi manusia dan memperparah krisis ekologi. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia. Diakses dari https://ylbhi.or.id/papua/proyek-strategis-nasional-pengembangan-pangan-dan-energi-merauke-berpotensi-melanggar-hak-asasi-manusia-dan-memperparah-krisis-ekologi/ [Google Scholar] [Crossref]
34. Zaki, M. F. (2025, 7 Oktober). Warga yang tolak PSN tebu di Merauke diserang, rumahnya dirusak. Tempo.co. Diakses dari https://www.tempo.co/lingkungan/warga-yang-tolak-psn-tebu-di-merauke-diserang-rumahnya-dirusak-2077173 [Google Scholar] [Crossref]
Metrics
Views & Downloads
Similar Articles
- Assessment of the Role of Artificial Intelligence in Repositioning TVET for Economic Development in Nigeria
- Teachers’ Use of Assure Model Instructional Design on Learners’ Problem Solving Efficacy in Secondary Schools in Bungoma County, Kenya
- “E-Booksan Ang Kaalaman”: Development, Validation, and Utilization of Electronic Book in Academic Performance of Grade 9 Students in Social Studies
- Analyzing EFL University Students’ Academic Speaking Skills Through Self-Recorded Video Presentation
- Major Findings of The Study on Total Quality Management in Teachers’ Education Institutions (TEIs) In Assam – An Evaluative Study